Search

Pencarian Sebelumnya:
×

Tingkatkan Kemampuan Berbahasa, 22 Orang Santri Dayah MUQ Pagar Air Ikut Program Intensif Bahasa Arab Ke 2

  • Share this:
post-title

Pagar Air – Sebanyak 22 orang santri Dayah MUQ Pagar Air yang terdiri dari 10 orang santri tingkat ‘aliyah dan 12 orang santri tingkat tsanawiyah mengikuti program intensif Bahasa Arab yang berlangsung selama 20 hari sejak tanggal 14 Mei s.d 02 Juni 2024.

Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Darul Lughah Al-‘Arabiyah dengan Dayah MUQ Pagar Air dalam rangka meningkatkan kemampuan Bahasa Arab santri. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan program setelah tahun lalu berjalan dengan lancar. Rencanannya kegiatan ini akan diupayakan untuk menjadi kegiatan rutin tahunan Dayah MUQ Pagar Air.




Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Bahasa dan Kitab Turast Dayah MUQ Pagar Air Ustadz Rusydi, M.Ed mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat efektif untuk meningkatkan bahasa santri. Karena, selama pelaksanaan program, seluruh santri yang mengikuti program ini benar-benar akan dipantau dan dibimbing langsung selama 24 jam oleh 2 orang guru/tentor yang dikirim langsung oleh Darul Lughah.

Lebih lanjut, Ustadz Rusydi mengatakan bahwa para santri yang akan mengikuti karantina bahasa ini betul-betul atas dasar kemauan sendiri, dan mereka juga dipisahkan dengan santri-santri lainnya seperti kamar tidur, ruang belajar, dan lain-lain, hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh nantinya bisa lebih maksimal dan sesuai dengan harapan kita bersama.

Terakhir, beliau berharap kegiatan ini dapat membantu untuk meningkatkan motivasi santri dalam berbahasa baik yang mengikuti program ini maupun santri lainnya. “Semoga program ini dapat membantu anak-anak untuk lebih bersemangat dalam berbahasa.”

Wakil Rais ‘Am Bidang Pendidikan dan Kurikulum Ustadz Zainuddin Arif, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi santri untuk meningkatkan skill bahasanya. Terkhusus lagi santri MUQ Pagar Air yang memiliki hafalan Al-Qur’an sehingga dapat menjadi modal penting untuk mereka yang ingin menuntut ilmu ke Timur Tengah. “Kegiatan karantina ini sangat penting dalam mengembangkan skill bahasa. selain mereka memiliki hafalan Al-Quran juga ini yang akan menjadi modal utama khususnya santri yang ingin melanjutkan kuliah ke Timur Tengah ketika mereka tamat dari MUQ nantinya”. Pungkasnya. 











Tags: